My Another Lucky Day

Mau cerita pengalaman seru saya hari ini tanggal 26 Maret 2013…. kyaaak😀

begini ceritanya, hari ini itu sama aja seperti hari-hari kuliah saya biasa…nggak jauh beda lah pokoknya… jadwal saya hari ini itu, kuliah di rumah sakit (jangan bayangkan di ruangan yang ada pasiennya, ya nggak lah ya.. di ruang kuliah hanya lokasinya di kawasan rumah sakit hehe…) jam 8 pagi, trus balik ke kampus buat kuliah + praktikum parasitologi jam 10 pagi. trus jam 2 siang balik ke rumah sakit buat kuliah lagi. gitu deh. biasa aja sebenernya..kalau nggak ada hujan! yap! hujan.. apalagi di Samarinda.. apalagi bagi saya (dan sahabat saya, azlina) yang pengguna setia jasa angkutan umum. nah, begini cerita ini dimulai. saat kami sudah selesai kuliah itu kira-kira jam sudah menunjukkan pukul 15.15. keadaan di luar itu lagi gerimis. kami tetap melangkah keluar ruangan, yah walaupun agak becek sih.. sebenernya pas jam 2 kami tiba di RS langit itu sudah gelap banget, bener2 bakal hujan deras, tapi ya karena kami juga di dalam ruangan jadi nggak ngaruh juga, tapi ini dia sumber masalahnya. pas kami sudah nunggu angkot 01 yang warna biru itu.. 10 menit, 20 menit, gak ada satupun yang lewat eh -_- karena apa? satu-satunya akses kami bisa pulang adalah harus melewati pertigaan mal Lembuswana, yang kalau sedikiitt saja terkena hujan dijamin 100% jadi kolam mendadak. KOLAM. bukan genangan biasa loh ya. angkot biru itu nggak mau lewat -_- kalaupun lewat pasti ke arah kiri atau kanan nggak ada yang terus (jalan pulang). alasannya adalah om supir angkot itu tidak rela angkotnya mogok gitu deh. setelah hampir satu jam kayaknya sih kami berdiri di pinggir jalan, kasihan banget kan😥 ada ide gitu deh muncul, kami naik angkot yang merah dulu berhenti di Lembuswana yang di penyebrangan jalan itu (alias belok kanan). ya kami sampai di situ, hujan agak menderas lagi… tapi kami sudah di angkot🙂 tapi basah tak terhindarkan, karena pas kami turun dari angkot jalanan berair jadi sepatu basah gitu deh..huhuhu. setelah kami masuk ke area mall, kami muter ke sebelah depan, buat nyari angkot 01.. (buat yang nggak tau Lembuswana, saya kasih gambaran..mall-nya itu di pertigaan jadi bisa di akses dari tiga jalan, jalan pulang ke kost saya juga termasuk bagian dari pertigaan yang dimaksud-red).. setelah nyebrang jalan. eeeeeh nggak ada angkot juga..menyedihkan lah pokoknya beuhhh…. trus ya kami jalan gitu sedikit cari jalanan yang kering yang ga ada banjir2nya… dapet sih, di situ kami nunggu angkot, jam udah nunjukkin jam 16.00 kurang 10 menit. kami masih nunggu lagi. lama banget. untungnya karena kami bosan. untungnya berdua sih, kalau sendirian bisa mati gaya -_- kami berteduh di sebuah rumah kecil, entah rumah hantu kah rumah kurcaci, nggak tau juga yang jelas sudah nggak di tempatin gitu, jendelanya rusak2 gitu. tapi bukan horror si walaupun agak merinding entah karena dingin atuuuuu nggak tau juga deh hehehe…. rumah itu tu di taman bonsai gitu..hehehe… asyik kan? di tengah kesulitan pasti akan ada kemudahan kesenengan. hehehe. memang sih daerah itu adalah daerah penjual bunga, di sepanjangan jalan adalah showroom para penjual bunga, ya kayak taman gitu. penjualnya di rumahnya sendiri lah. kami foto-foto gitu deh sambil nunggu kalau kalau ada angkot yang lewat. tapi mustahil. soalnya sampai kami pergi dari tempat itu nggak ada satupun yang lewat. huh!

nah, inilah keberuntungan kami hari ini. di kala hujan tidak juga berhenti, walau tidak deras, rintik-rintik romantis gitu, wkwkk.. tiba-tiba (nggak juga sih.. ) ada mobil putih berhenti di depan kami, dikemudikan oleh bapak-bapak bersahaja yang baik hati menawarkan tumpangan kepada kami, waktu itu saya intip jam tangan wah sudah pukul 16.30 WITA. mau sampai kapan kami menunggu, foto2 sudah nggak asyik lagi -_-“. kami pun menerima tawaran bapak itu. yang walaupun awalnya saya, entah azlina, sempat suuzan duluan sama bapak itu, yah maklum lah kebanyakan nonton filem, jadi tuh pikirannya macam2, apalagi nggak kenal gitu. tapi nggak boleh gitu ya ternyata, karena dari sekian ribu, mobil dan motor beserta manusia yang mengendarainya, ada satu orang yang hatinya mulia, yang diberkahi sama Allah yang terketuk pintu hatinya untuk menginjak pedal rem di depan gadis-gadis cantik, imut dan tidak berdosa ini agak bisa pulang (yey! sory agak lebay! wkwkw). ya begitu bagaimana saya bisa pulang hari ini. bener-bener amazing, nggak lagi-lagi deh kejebak banjir!!!! kesempatan yang langka loh bisa ketemu orang yang ikhlas menolong tanpa diminta apalagi sempet di suuzan-nin duluan, semoga bapaknya nggak tahu ya hehehe….😛

terima kasih bapak, yang kami tidak tau namanya yang baik mau memberi tumpangan kepada kami ini😀 semoga Allah membalasnya beribu2 kali lipat buat bapak dan keluarganya, amin😀

inilah beberapa hasil menunggu di kala hujan yang melanda Samarinda City:

foto dengan latar belakang bonsai dan rumah kurcaci yang dimaksud.

foto dengan latar belakang bonsai dan rumah kurcaci yang dimaksud.

penampakan taman bonsai tempat kami menunggu.

penampakan taman bonsai tempat kami menunggu.

bahkan got yang dalam itupun meluber.

bahkan got yang dalam itupun meluber.

saya tidak sendirian, ada azlina juga.

saya tidak sendirian, ada azlina juga.

kasihan bapak ini, motornya mogok di tengah jalan dan kehujanan

kasihan bapak ini, motornya mogok di tengah jalan dan kehujanan

sekian cerita saya. bye🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s